Cerpen

Bukit dan Sungai : Part 1


Elena ….

Bersama embun dan sedikit cahaya matahari, dia berdiri berhadapan sungai yang sedang mengalir lembut. Terkadang terdengar percikan airnya, membawa kesejukan bagi dirinya. Matanya menatap lurus pada gelombang-gelombang yang sedang menari-nari lincah, terasa kebahagian sedang “mereka” hadirkan. Tangannya berulang kali menahan rambutnya yang tertiup angin-angin nakal. Kakinya mulai bergerak, menuruni bukit kecil di tepi sungai. Membiarkan kakinya menyentuh air dan membasahi rok putihnya. Dia berjalan ke tengah, semakin dalam. Hingga ia teringat sesuatu.

“Hei…kita harus cepat pulang…kalau tidak, ibumu bisa tahu…” teriak laki-laki kecil yang sedang memainkan kakinya di atas air.

“Tidak sampai kau basah…” gadis kecil bergaun putih di sampingnya menarik bajunya hingga membuat laki-laki kecil itu terjatuh.

“Hahaha….”gadis itu tertawa riang.

Laki-laki kecil pasrah. Ia pun ikut tertawa.

Lalu gadis itu terdiam.

“Kenapa kau tidak membalasku…?”

Laki-laki kecil tersenyum.

“Kau akan dimarahi ibumu kalau basah.”

Gadis kecil tertegun. Lalu tersenyum simpul.

Pertama kali gadis kecil melihatnya, laki-laki kecil sedang berlari-lari mengejar kupu-kupu di atas bukit. Dengan jaring yang ada ditanganya, laki-laki kecil berhasil menangkap kupu-kupu itu. Gadis kecil bersorak. Ia mendatangi laki-laki kecil.

“Indah sekali…” gadis kecil terkagum-kagum pada kupu-kupu yang berada ditangan laki-laki kecil.

“Tapi kita harus melepaskannya…” ujar laki-laki kecil.

“Lalu kenapa kau menangkapnya?” Tanya gadis kecil.

“Aku hanya senang bermain bersama mereka.”

Gadis kecil tersenyum.

“Bolehkah aku ikut bermain bersamamu?”

“Tentu.”

Begitu lama Elena terdiam di tempat itu…

***

“Elena bangun…”

Suara itu membuat Elena terkejut. Pandangannya masih samar saat ia tersadar.

“Maaf aku membangunkanmu…tapi ini sudah sore, nanti ibumu mencarimu…”

“Aku tahu…” jawab Elena pelan.

Elena mulai berdiri.

“Kau pulang?” Tanya Elena.

Rio hanya menggelengkan kepalanya.

“Ya sudah…” Elena meninggalkan tempat itu. Dia kecewa, tapi ia memahaminya.

“Besok kau kesini lagi?”

Elena mengangguk, lalu mengukir senyum di wajahnya.

Rio melambaikan kedua tangannya.

Bukit ini tidak terlalu tinggi. Rumput-rumput liarnya yang semakin menghijau, membuatnya betah berada di tempat itu. Apalagi kalau Rio menemaninya. Tak jarang ia tertidur di situ. Tapi kebiasaan ini hanya menjadi rahasia mereka berdua.

to be continued…….

6 thoughts on “Bukit dan Sungai : Part 1

    1. wah ga tahu gan…masih in prosess….tp klo kek gitu ceritanya jadi standar bukannya??sempet kepikiran sih kmrn…liat ntar lah…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s