lingkungan

Seminar Greenpeace di IT Telkom : Selamatkan Hutan Untuk Masa Depan


Sebelum membahas lebih dalam mengenai materi ini, ada baikknya kita merenung sejenak, membayangkan jika hutan kita tetap terjaga keasriannya seperti ini :
hijaunya hutanku....hutan kita....bayangkan hembusan angin yang mengalir diantara kehijauannya...
atau seperti ini :
damainya hutan ini......bayangkan saat kita berjalan menelusuri jalan setapak itu...betapa sejuk dan tenangnya...
dan seperti ini :
deraian air terjun yang terpancar diantara hutan-hutan yang hijau
dan BUKAN seperti seperti ini:
(sigh....) Tidakkah kita ingin menangis? hutan yang tersakiti....
atau seperti ini:
harusnya kita menangis.........

Greenpeace….
Seperti  kita tahu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan greenpeace adalah tentang penyampaian pesan penyelamatan lingkungan. Tentunya di seminar ini mereka juga mengkampanyekan hal yang sama. Yang menjadi perhatian di sini khususnya adalah penyelamatan hutan di Indonesia. Menurut saya hal ini sangat penting untuk disampaikan dan dilaksanakan. Apalagi kepada kita sebagai bangsa muda yang masih kritis terhadap segala hal. Dewasa ini perubahan iklim telah mencapai tahap yang menakutkan. Hal ini bisa dilihat dari bencana-bancana alam yang semakin banyak terjadi. Polusi ada dimana-mana, penebangan hutan secara liar juga merajalela. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan bagi kita, juga bagi bumi kita. Bumi kita, tempat tinggal kita semakin dianiaya oleh manusia-manusia tak bertanggung jawab. Begitu banyak pelanggaran-pelanggaran terhadap bumi ini dilakukan. Lihat saja, setiap tahun daerah kita sekarang, Dayeuh Kolot menjadi langganan banjir, karena apa? Tak lain adalah karena sampah yang memenuhi sungai. Dari kejadian ini bisa kita nilai masih begitu kecil kesadaran masyarakat tentang lingkungan. Siapa yang menanam benih, dia juga yang menuai. Itulah yang sedang kita alami sekarang ini.
Penggundulan hutan di Indonesia sudah mencapai tahap yang memprihatinkan. Kasus terakhir yang kita ketahui adalah longsor di daerah Ciwidey. Apa yang menyebabkan hal itu? Lagi-lagi, itu karena ulah kita sendiri. Penggundulan hutan di daerah pegunungan itu, menyebabkan tanah menjadi rapuh, dan akibatnya menimbulkan semakin banyak korban jiwa akibat penyalahgunaan lingkungan. Contoh ini seharusnya bisa lebih menyadarkan masyarakat tentang bahaya pengrusakan lingkungan. Hutan kita semkain lama semkin berkurang. Fakta menunjukkan bahwa penebangan hutan illegal yang telah menyebar meningkatkan secara drastis keseluruhan daerah yang ditebang hingga 1,2-1,4 juta hektar. Hal ini sebenarnya juga mempengaruhi kondisi ekonomi kita akibat perdagangan gelap dengan penyelundupan kayu ke luar negeri. Selain itu, jika kita melihat  efek dari berkurangnya hutan yang semakin meluas adalah tampak pada aliran sungai yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk hutan. Greenpeace di sini mengajak kita untuk lebih menyayangi hutan kita, kekayaan paling berharga yang dimiliki Indonesia. Jangan kita sakiti hutan kita lagi. Hentikan penebangan-penebangan hutan di Negara kita tercinta ini.
Saya sebagai mahasiswa IT Telkom, seringkali miris melihat kondisi di lingkungan sekitar saya. Sebagai anak kos yang setiap hari berangkat kuliah melewati sungai Cikapundung harus mengelus dada karena begitu banyak sampah di sungai. Yang lebih membuat saya ingin menangis adalah ketika ada orang yang dengan mudahnya membuang sampah ke sungai, mereka anggap sungai itu sebagai tempat pembuangan sampah. Beginikah masyarakat kita memperlakukan lingkungan mereka dan juga bumi ini?
Menurut saya, Greenpeace harus lebih banyak memberi penyuluhan tentang pentingnya lingkungan kepada masyarakat. Kebanyakan masyarakat kita belum mengetahui dampak sebenarnya dari kerusakan lingkungan yang akan mempengaruhi kondisi bumi ini. Juga tentang ancaman bencana-bencana lain yang lebih besar karena penyalahgunaan dan pengrusakan lingkungan. Saya semakin takut ketika membaca artikel-artikel secara online yang menunjukkan fakta riil tentang ancaman terbesar yang sedang dihadapi oleh bumi ini, perubahan iklim yang ekstrim. Jika kita mengganggap perubahan iklim ini sebagai hal yang biasa, maka kita harus mengaca pada kejadian yang sedang terjadi di kutub utara. Es-es mulai mencair, mengakibatkan ketinggian air laut yang semakin bertambah. Bagaimana jika keadaan ini terus berlangsung?
Fakta menunjukkan bahwa sejak 3 September 2007 (hanya dalam 6 hari), 69.000 mil persegi Kutub Utara telah mencair dan menghilang. Potongan es itu seperti luar negara bagian Florida, AS. Badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini mengungkapkan fakta tentang foto satelit yang menunjukkan bahwa di musim panas ini saja, 552 milyar ton es telah mencair dari lapisan es Greenland. Ahli iklim NASA mengatakan, dengan kecepatan mencair seperti ini, maka laut Kutub Utara akan kehilangan lapisan esnya lebih cepat dari ramalan sebelumnya.
Dampaknya bagi manusia sangat besar, artinya jika suhu jika suhu rata-rata global naik antara tiga sampai empat derajat celcius, lapisan es abadi di Greenland akan mencair seluruhnya. Sebagai akibatnya permukaan air laut global akan naik rata-rata tujuh meter. Semua negara kepulauan kecil akan tenggelam. Kota-kota besar di kawasan pantai sebagian juga akan lenyap.
Apa belum cukup kita disuguhkan fakta seperti ini? Ini hanya salah satu contoh. Ada banyak ancaman lain di depan kita jika kita tidak segera menghentikan pengrusakan lingkungan ini.
Oleh karena itu, ayo SAYANGI LINGKUNGAN ini. Hentikan penebangan hutan secara liar.
Mulai dari sekarang, dari diri sendiri !!!

2 thoughts on “Seminar Greenpeace di IT Telkom : Selamatkan Hutan Untuk Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s