kesehatan

Deteksi Penyakit Melalui Kuku


Saat lagi asyik-asyiknya menjelajahi dunia maya, tiba-tiba aku menemukan artikel tentang kesehatan yang cukup menarik, yakni deteksi kesehatan melalui kondisi kuku. Ternyata kita tidak bisa menganggap remeh kondisi kuku kita yang menunjukkan keanehan.

Aku cukup takut setelah membaca artikel ini, karena kuku ku memiliki keanehan seperti yang disebutkan pada salah satu artikel tersebut. Kuku jari tengah tangan ku memiliki garis hitam yang muncul tanpa ku sadari sekitar 2 tahun yang lalu. Awalnya cuma berupa garis tipis, namun kemudian semakin melebar hingga sekarang mencapai sepertiga ukuran kuku.

Rasa penasaranku pun semakin bertambah besar, yang membuatku mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Dari artikel-artikel tersebut, aku mendapatkan informasi sebagai berikut:

Kuku pucat. Kuku yang pucat bisa terjadi saat usia semakin menua. Namun kuku yang tidak segar lagi juga menjadi pertanda penyakit yang lebih serius, seperti anemia, diabetes, gagal jantung, penyakit liver, atau malnutrisi.

Kuku putih. Jika seluruh permukaan kuku cenderung putih dengan lingkarang yang lebih gelap, hal ini dapat mengindikasikan masalah liver, seperti hepatitis atau penyakit kuning.

Kuku kuning. Salah satu penyebab paling umum dari kuku yang kuning adalah infeksi jamur. Begitu infeksi ini memburuk, lapisan kuku akan menarik kembali, lalu kuku akan menebal dan hancur. Dalam kondisi yang lebih parah, meskipun jarang, kuku yang kuning mengindikasikan kondisi yang lebih serius seperti penyakit tiroid yang parah atau psoriasis.

Kuku yang membiru. Kuku dengan semburat warna biru bisa menunjukkan bahwa tubuh kekurangan oksigen. Hal ini juga dapat mengindikasikan infeksi paru-paru, seperti pneumonia.

Kuku yang berkerut. Jika permukaan kuku berkerut, garis pada bagian ujungnya terlihat mulai berbaur dengan permukaan kuku, atau memiliki lubang-lubang kecil yang samar, kemungkinan merupakan gejala awal psoriasis atau radang sendi.

Kuku mengelupas. Kuku yang kering dan rapuh yang berulangkali mengelupas atau patah seringkali dikaitkan dengan penyakit tiroid. Mengelupas, apalagi jika ada rona kekuningan juga berhubungan dengan infeksi jamur.

Kuku yang memerah. Jika kulit di sekitar kuku tampak merah dan mengembang, hal ini biasanya akibat radang lipatan kuku. Kemungkinan hal ini merupakan akibat penyakit lupus atau kelainan jaringan yang lain.

Kuku dengan garis hitam di tengahnya. Garis hitam di tengah di bawah kuku perlu diperiksa secepat mungkin. Kadang-kadang kondisi ini disebabkan melanoma, jenis kanker kulit paling berbahaya, contoh gambar:

Kuku yang tergerogoti. Biasanya akibat menggigiti kuku. Kebiasaan menggigit kuku sendiri merupakan tanda kegelisahan, dan sering dikaitkan dengan kelainan obsessive-compulsive. Jika Anda tak bisa berhenti menggigiti kuku, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun perubahan kuku menunjukkan berbagai kondisi, perubahan ini jarang merupakan gejala awal. Ketidaknormalan kuku lainnya juga seringkali tidak berbahaya, tidak semua orang dengan kuku yang pucat mengalami hepatitis. Jika Anda ingin memeriksakan kondisi kuku yang terlihat tidak normal, Anda bisa menemui ahli dermatologi.

2 thoughts on “Deteksi Penyakit Melalui Kuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s